Yudisium STIH Sultan Adam dengan Penerapan 3 M

Banjarmasin, BARITO – Yudisium Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sultan Adam, Sabtu (19/12/2020) dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan(prokes) pencegahan Covid-19.

Protokol kesehatan yang meliputi memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak (3M) dijalankan kepada semua yang ada di lingkungan kampus.

Ketua STIH Sultan Adam, DR Abdul Halim Shahab mengungkapkan, pihaknya menghindari klaster baru Covid-19 di perguruan tinggi. Sehingga upacara yudisium dilakukan dengan mematuhi prokes ketat.

“Kami bersyukur, dalam situasi pandemi saat ini, kita tetap bisa melaksanakan yudisium langsung, tentunya dengan protokol kesehatan. Prosesi yudisium pun dilakukan bergiliran, untuk menghindari terjadinya klaster perguruan tinggi,” ujarnya kepada wartawan usai Yudisium Program Sarjana dan Program Magister STIH Sultan Adam Semester Genap 2019/2020 di aula lantai 3 kampus.

Yudisiawan/wati dibagi dalam 2 kelompok. Peserta yudisium dengan nomor urut ganjil mendapat giliran yang pertama. Prosesi dilaksanakan secara singkat tanpa bersalaman.

Sementara , yang nomor urut genap menunggu di aula bawah. Setelah peserta nomor urut ganjil menerima SK yudisium, mereka langsung meninggalkan ruangan dan digantikan kelompok berikutnya.

Kepada para yudisiawan /wati, Abdul Halim berharap, mereka dapat memahami keterbatasan kampus dalam menyelenggarakan yudisium.

“Kami mengadakan acara yudisium ini dalam situasi yang kurang mengenakkan, yakni di masa pandemi Covid-19. Kami tidak  berani untuk melakukan yudisium di gedung mewah atau di lapangan terbuka, apalagi di musim hujan saat ini. Jika di dalam gedung,  dikhawatirkan lebih beresiko penularan. Maka atas situasi seperti ini, mohon dimengerti dan dimaklumi karena ini diluar kemauan kami,” jelasnya.

Pelaksanaan prokes di kampus STIH Sultan Adam juga termasuk penyediaan tempat mencuci tangan, sabun cair dan tisu kering di pintu masuk.

Sebelum memasuki ruangan, semua yang datang menjalani pengukuran suhu tubuh. Panitia juga menyediakan face shield yang harus dipakai peserta yudisium.

Sedangkan peserta yudisium terdiri dari 65 orang dari program sarjana, 7 lulusan program magister.

Pada kesempatan itu, Abdul Halim Shahab berpesan kepada lulusan agar tetap menimba ilmu dengan terus membaca dan mengikuti perkembangan ilmu hukum.

“Pesan saya, setelah keluar dari perguruan tinggi ini, hendaknya Saudara tetap mmperdalam ilmu hukum yang diperoleh di STIH Sultan Adam. Bagi lulusan program S1, Saudara bisa melanjutkan ke jenjang S2, semikian juga yang sudah S2 bisa melanjutkan ke program doktor,” ujarnya.

Menurut Halim, pihaknya dalam proses kerjasama menyelenggarakan program S3 dengan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) di Semarang, Jawa Tengah.

Salah satu lulusan terbaik, Irsa Setiawan Husaini mengaku bersuka cita dan bangga telah berhasil menyelesaikan kuliahnya. ASN RSUD Ulin itu juga akan menerapkan ilmu yang diperolehnya di STIH Sultan Adam pada pekerjaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://fpi.susu.ru/ https://fp3.unulampung.ac.id/ https://perpus.unulampung.ac.id/